Hilang, Jatuh, Tak Terganti
Di
tengah krisis kepemimpinan yang melanda Indonesia saat ini. Sumpah pemuda harus
menjadi refleksi, di setiap jiwa-jiwa
pemuda penerus bangsa. Pada hakikatnya pemuda-pemuda yang mencetuskan sumpah
pemuda merupakan pemuda-pemuda yang tidak di ciptakan oleh suasana yang tenang,
hari yang nyaman dan perut yang kenyang. Mereka mengorbankan pikiran dan
perasaannya untuk hal yang lebih besar.
Berangkat dari suatu kondisi, di mana kolonialisme menggerogoti negerinya dari ujung kaki sampai kepala. Hak-hak yang seharusnya di miliki oleh bangsa ini waktu itu, malah di rampas secara paksa dengan fitnah berbulu domba di mana-mana, untuk memecah belah dan pada akhirnya bangsa ini lah yang menderita. Maka tak heran isi sumpah pemuda sarat dengan nilai-nilai persatuan. Tapi itu dulu, pemuda itu kini telah hilang di makan oleh usia dan yang tersisa nama dan karya besarnya yang menjadi seremonial tanpa di maknai dengan hal-hal yang lebih besar.
Berangkat dari suatu kondisi, di mana kolonialisme menggerogoti negerinya dari ujung kaki sampai kepala. Hak-hak yang seharusnya di miliki oleh bangsa ini waktu itu, malah di rampas secara paksa dengan fitnah berbulu domba di mana-mana, untuk memecah belah dan pada akhirnya bangsa ini lah yang menderita. Maka tak heran isi sumpah pemuda sarat dengan nilai-nilai persatuan. Tapi itu dulu, pemuda itu kini telah hilang di makan oleh usia dan yang tersisa nama dan karya besarnya yang menjadi seremonial tanpa di maknai dengan hal-hal yang lebih besar.
Banyak
kalangan yang mempermasalahkan tentang rentan umur usia pemuda, sehingga sering
kali terjadi pengklaiman diri. Sebenarnya usia pemuda telah di ungkapkan oleh
Ketua Tim Sosialisasi RUU Kepemudaan DPR bahwasanya "Ada beberapa
opsi usia pemuda yang harus diatur pada RUU itu, yakni 18-35 tahun, 18-40 tahun
dan 17-35 tahun," kompas. Harus
kita sepakati, bahwa pemuda-pemuda itu banyak kita jumpai di dunia kampus
dengan umur yang masuk di kategori di atas
“Didiklah
rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan” Pramoedya . sekilas statement yang di
lontarkan oleh pramoedya di dalam tetralogi yang berjudul ‘jejak langkah’.
Kini
harus kita ketahui bahwa jiwa-jiwa pemuda pendahulu kita, telah mengalami degradasi,
baik dari segi moral maupun pemikiran di makan oleh modernisasi di kalangan
pemuda saat ini. Seyogyanya modernisasi di jadikan bahan untuk pencetus ide-ide
yang luar biasa, bukan di makan mentah-mentah bak orang yang kelaparan. Maka
tak heran di negara luar, maupun di bangsa ini. Peran pemuda di dunia kampus
lah yang masih bisa mengontrol rakyat dan mengawasi kinerja pemerintah.
Tapi,
kampus saat ini yang seharusnya untuk mendidik rakyat, dengan sarananya
organisasi yang bermacam-macam. Malah di tinggalkan dengan banyak perubahan di
jiwa-jiwa pemudanya yang lebih mengutamakan study oriented segala-galanya. Di
tambah aturan main pemerintah yang menjadi tangan tembok sebelum
bertransformasi menjadi tangan besi. Maka tak heran dari segi moral bangsa ini
jatuh, di makan oleh tikus-tikus kelaparan dan dari segi pemikiran tak banyak
karya-karya yang tercipta untuk kemajuan bangsa Indonesia. Maka tak heran
pemuda-pemuda yang seperti ini, akan jatuh sedikit demi sedikit, di tindas, di
gilas, tertindas atau sebaliknya menindas, menggilas, dan menindas. Sehingga
pendidikan yang di dapatkan oleh pengusaa dengan perlawanan pemuda, menjadi hal
yang aneh karena orientasi pemuda yang kecil. Pendidikan penguasa yang
seharusnya perlawanan menjadi perkawanan yang tidak mendidik sama sekali.
Mencari
sosok seperti pemuda-pemuda pencetus sumpah pemuda ini sangat sulit untuk saat
ini. Berbagai kepentingan selalu ada di dalam benak pemuda sekarang.
Kepentingan kecil selalu menang dengan kepentingan besar, karena moral yang
rendah. Maka tidak salah, jika pencetus sumpah pemuda tak terganti untuk saat
ini.
Selanjutnya, yang harus kita lakukan
sebagai pemuda ialah berharap jiwa-jiwa pemuda pencetus sumpah pemuda ini ada
di sekitar kita. Melanjutkan estafet kepemimpinan dengan sosok moral yang
negarawan. Semoga itu anda, saya dan kita semua.#Harapan
Hidup
mahasiswa.
Jadikan
sumpah pemuda, menjadi perubahan diri yang lebih baik !!!
Tulisan ini di publikasikan pada tanggal 28 Oktober 2013 pukul 21:29 di Facebook.

Komentar
Posting Komentar